Home » Volume 1 Nomor 1 » UJI AKTIVITAS IMUNOMODULATOR POLISAKARIDA JAMUR TIRAM PUTIH (Pleurotus ostreatus) DAN JAMUR SHIITAKE (Lentinus edodes) BERDASAR AKTIVITAS DAN KAPASITAS FAGOSITOSIS SEL MAKROFAG PERITONEUM MENCIT SECARA IN VITRO

UJI AKTIVITAS IMUNOMODULATOR POLISAKARIDA JAMUR TIRAM PUTIH (Pleurotus ostreatus) DAN JAMUR SHIITAKE (Lentinus edodes) BERDASAR AKTIVITAS DAN KAPASITAS FAGOSITOSIS SEL MAKROFAG PERITONEUM MENCIT SECARA IN VITRO

Author: Priyo Wahyudi, Priyanto, M. Chanani Ramdani dan M. Sam’i Rohman

Alamat redaksi: Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi
Jurusan. Farmasi UHAMKA, Jakarta
 

ABSTRACT

Medicinal mushroom have been known by human civilization for centuries. Oyster mushroom (Pleurotus ostreatus) and Shiitake (Lentinus edodes) are two edible mushroom also being used as medicinal. Polysaccharide in the fruiting body of both the mushroom reported as a immunomodulaor. β – glucan as a component of the fungal cell will show the immunomodulaing activity. A study in vitro was conducted to find out the immunomodulating effect of the polysaccharide extracted from the (Pleurotus ostreatus) and shiitake (Lentinus edodes) mushroom based on the phagocytosis activity and capacity of mice (Mus musculus) peritoneum macrophag. In the experiment was starting by polysaccharide extracted from the fruiting body in vitro immunomodulating assay was conducted in three group of treatments:i.e positive control (imboost 5000 ppm), negative  control, and polysaccharide extract of mushroom and shiitake (0,1 ; 1 ; 10 ; 100 ; 1.000 ; 10.000 and 100.000 ppm). The Result showed that polysaccharide extract of oyster and shiitake mushroom were showing the based the phagocytosis activity of the mice peritoneum macrophag. The effect of both extracts were not significantly different with the positive control (imboost 5000 ppm) in the concentration of polysaccharide extract 100.000 ppm.

Keywords: mushroom, oyster, shiitake, immunomodulator activity.

 

ABSTRAK

 Pengobatan dengan jamur telah dikenal oleh manusia selama berabad-abad. Jamur tiram putih (Pleurotusostreatus) dan Shiitake (Lentinus edodes) adalah dua jenis jamur yang digunakan sebagai obat. Polisakarida dalam tubuh dari kedua jamur dilaporkan mempunyai aktivitas sebagai immunomodulaor. β-glukan yang terkandung dalam jamur menunjukkan aktivitas immunomodulator. Penelitian secara in vitro dilakukan untuk mengetahui pengaruh imunomodulator dari polisakarida yang diambil dari jamur (Pleurotusostreatus) dan shiitake (Lentinus edodes) dan dilihat aktivitas fagositosis dan kapasitasnya pada makrophag peritoneum mencit (Musmusculus) . Penelitian mulai dengan mengekstrak polisakarida  kedua jamur dan aktivitas imunomodulator dilakukan pada tiga kelompok perlakuan: yaitu kontrol positif (imboost 5000 ppm), kontrol negatif, dan pemberian ekstrak polisakarida jamur tiram putih dan shiitake( 0,1; 1;10;100;1,000; 10.000dan100.000 ppm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak polisakarida dari jamur tiram dan jamur shiitake menunjukkan aktivitas fagositosis dari makrophag peritoneum tikus. Pengaruh kedua ekstrak tidak berbeda nyata dengan kontrol positif (imboost 5000 ppm) dan pada konsentrasi ekstrak polisakarida 100.000 ppm.

Kata kunci: jamur, tiram, shiitake, aktivitas imunomodulator.

Pratinjau dan Download Artikel :

(Visited 1 times, 1 visits today)
, , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *
Email *
Website

9 − 3 =