Home » Volume 1 Nomor 5 » UJIAKTIVITAS ANTIDIABETES SENYAWA AKTIF DARI FRAKSI KLOROFORM HERB A CIPLUKAN (Physalis angulata L.) TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH DAN PERBAIKAN SEL LANGERHANS PANKREAS PADA MENCIT YANG DIINDUKSIALOKSAN

UJIAKTIVITAS ANTIDIABETES SENYAWA AKTIF DARI FRAKSI KLOROFORM HERB A CIPLUKAN (Physalis angulata L.) TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH DAN PERBAIKAN SEL LANGERHANS PANKREAS PADA MENCIT YANG DIINDUKSIALOKSAN

UJIAKTIVITAS ANTIDIABETES SENYAWA AKTIF DARI FRAKSI KLOROFORM HERB A CIPLUKAN (Physalis angulata L.) TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH DAN PERBAIKAN SEL LANGERHANS PANKREAS PADA MENCIT YANG DIINDUKSIALOKSAN

Antidiabetic Activity of Chloroform Fraction SunberryHerb (Physalis angulata L) in Decreasing Blood Glucose Concentration and Recovery Cells Pancreatic Islets of Langerhans in Alloxan Induced Diabetic Mice.

Authors : Hadi Sunaryo1, Kusmardi2, Wahyu Trianingsih1

1Jurusan Farmasi UHAMKA Jakarta 2PatologiAnatomi FKUI Jakarta

Naskah diterima tanggal 21 Maret 2012

ABSTRACT

Ciplukan herb has been used empirically as the antidiabetic medicine. The aim of the research at know the influence of chloroform fraction of ciplukan to blood glucose and recovery of alloxan induced Langerhan pancreatic islet of mice. This research used 6 groups of mice consist of normal control, negative control were induced by aloksan at dose of 100 mg/kg bw, third group were given by glibenklamid at a dose of 0,013 mg/20 gbw, fourth group at a dose of 0,5 mg/20 gbw, filth group at dose of 1 mg/20 gbw and the last group were tested at a dose of 2 mg/20 g bw. All were given orally for 14 days. Pancreatic body organ was prepared with Hematoksilin-Eosin (HE) coloring. The blood glucose and numbers of pancreatic langerhan cells at day 14 were counted statistically by one wayANO VA. Result showed that dose of 0,5 mg/20 g bw, 1 mg/20 g bw and 2 mg/20 g bw could decrease blood glucose and dose of 2 mg/ 20 g bw was the same with glibenklamid at the dose ofO, 013 mg/20 g bw. The dose ofO, 5 mg/ 20gbw,1 mg/20 gbw and 2 mg/20 g bw could recovery, the numbers of pancreatic Langerhan cells but was not equal to with glibenklamid.

Keywords : Physalis angulata L., recovery pancreatic islets of Langerhans

ABSTRAK

Ciplukan (Physalis angulata L.) secara empiris digunakan sebagai antidiabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian fraksi kloroform ciplukan (Physalis angulata L.) terhadap kadarglukosa darah dan perbaikan jumlah sel Langerhan pankreas mencit jantan yang diinduksi aloksan. Mencit dibagi menjadi 6 kelompok masing-masing terdiri dari 4 ekor, yaitu kelompok I kontrol normal, kelompok II diberi induksi aloksan tetrahidrat dosis 100 mg/kg bb, kelompok III diberi glibenklamid dosis 0,013 mg/20 g bb, kelompok IV diberi sediaan uji dosis 0,5 mg/20 g bb, kelompok Vdiberi sediaan uji dosis 1 mg/20 g bb dan kelompok VI diberi sediaan uji dosis 2 mg/20 g bb. Sediaan diberikan secara oral selama 14 hari. Organ pankreas dipreparasi dengan pewarnaan Hematoksilin-Eosin (HE). Data kadar glukosa darah dan jumlah sel langerhan pankreas hari ke 14 diolah secara statistik menggunakan ANOVA satu arah, hasil keduanya menunjukkan adanya perbedaan antar kelompok (p< 0,05). Kemudian dilanjutkan dengan uji Tukey. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sediaan uji dosis 0,5 mg/20 g bb, 1 mg/20 g bb dan 2 mg/20 g bb dapat menurunkan kadar glukosa darah dan sediaan uji dosis 2 mg/20 g bb sebanding dengan glibenklamid dosis 0,013 mg/20 g bb, Sediaan uji dosis 0,5, 1 dan 2 mg/20 g bb dapat memperbaiki jumlah sel Langerhan pankreas tetapi belum sebanding dengan glibenklamid.

Kata kunci : Physalis angulata L,perbaikan sel Langerhan pankreas

Pratinjau dan Download Artikel :

, ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *
Email *
Website

2 + nineteen =